Ekonomi

Pemerintah Tidak Peka Kesulitan Rakyat

Pemuda Hanura | Senin, 16 Maret 2015 - 10:20:07 WIB | dibaca: 838 pembaca

Jakarta - Usulan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar APBN mengalokasikan dana Rp 1 triliun bagi setiap partai politik (parpol) tidak etis. Untuk pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat, dan program lainnya, pemerintah mengaku kekurangan dana. Selain itu, harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara daya beli masyarakat malah menurun.


“Masyarakat dihadapkan pada situasi membingungkan. Harga-harga naik. Kok malah berwacana yang tidak etis?” tanya Ketua DPP Partai Perindo, Yamin Tawari, di Jakarta, Kamis (12/3). 

Yamin mengatakan, parpol memang memerlukan dana untuk berbagai kegiatannya, termasuk pengkaderan anggota. Namun, tidak serta-merta harus mengambil dana dalam jumlah besar dari APBN.

“Situasi ekonomi sulit, kehidupan masyarakat yang juga makin sulit, tingkat kepercayaan publik terhadap parpol makin rendah. Ini wacana yang ironis,” ujar Yamin. 

Ia menilai, wacana yang diungkap Mendagri Tjahjo Kumolo tersebut hanya akan membuat runyam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Jika parpol kekurangan dana, harus memanfatkan iuran dari anggotanya agar bisa mandiri.

Koordinator Divisi Advokasi dan Investgasi Fitra, Apung Widadi mengatakan, wacana pemerintah tersebut hanya menunjukkan tingkat sensitivitas terhadap permasalahan bangsa makin berkurang. Saat ini, masyarakat dibebankan dengan kenaikan tarif listrik, harga gas, dan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, saat bersamaan dana dari masyarakat hendak diberikan ke parpol. “Ketika melontarkan ide harus disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ucap Apung.

Data Kemendagri menunjukkan parpol yang mendapat jumlah subsidi terbesar dari hasil Pemilu 2014 ialah PDIP senilai Rp 2,5 miliar, disusul Partai Golkar Rp 1,9 miliar, dan Partai Gerindra Rp 1,5 miliar.

Bertahap
Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Didik Supriyanto mengatakan, bantuan keuangan negara untuk parpol saat ini memang masih rendah. Namun, jika negara ingin menambah jumlah dana tersebut, harus diiringi penguatan kemampuan parpol mengelola dan mencatat keuangannya dengan baik.

“Kami setuju dinaikkan, tetapi bukan langsung begitu saja, melainkan bertahap,” kata Didik. 
Dari hasil kajian Perludem, subsidi negara untuk parpol yang diatur dalam UU 2/2011 dan dan Peraturan Pemerintah 83/2012, tidak cukup untuk kebutuhan parpol. Dua aturan tersebut mengatur dana bantuan parpol sesuai perolehan suaranya dalam pemilu, yakni satu suara Rp 108 atau setara 1,32 persen dari total kebutuhan keuangan parpol.

Ia mencontohkan, PAN yang menghabiskan dana hingga Rp 51 miliar pada Pemilu 2009, hanya mendapat subsidi negara Rp 677 juta. Padahal, publik menginginkan parpol lebih mandiri. 

Malangnya, semua parpol saat ini tidak transparan dalam menyusun laporan keuangannya. Karena itu, jika hendak mendapat dana dari APBN dalam jumlah besar, sebaiknya dilberikan kepada parpol secara bertahap. 
“Jika dana diberikan sekaligus dalam jumlah besar, pertanggungjawabannya dikhawatirkan tidak jelas dan malah bakal sekadar menjadi bancakan para elite parpol,” ucap Didik.

Perkecil Korupsi
Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai mengatakan, subdisi dana dari permerintah akan memaksimalkan kerja parpol ke depan. Menurutnya, penambahan dana akan memperkecil ruang bagi kader parpol mencari dana secara ilegal. 

“Wacana ini harus realistis untuk meningkatkan kualitas partai-partai yang ada. Parpol juga jangan berekepektasi berlebihan. Kita lakukan saja yang terbaik untuk bangsa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, banyak anggota parpol melakukan tindak pidana korupsi karena harus membiayai parpol. Karena itu, jika memang APBN mencukupi, tidak ada salahnya parpol dibiayai negara agar lebih mandiri. 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Didi Apriadi mengatakan, adanya dana tersebut akan berdampak positif bagi parpol sebagai komponen bangsa. “Dengan dana itu, parpol bisa memunculkan kader-kader berkualitas. Para kader tidak lagi harus memikirkan mencari dana untuk menghidupi partai,” katanya. [sinarharapan.co]










Komentar Via Website : 28
Vig Power Capsule Dosage
09 Maret 2016 - 11:49:02 WIB
Terimakasih... http://ow.ly/Z8KZm
Vig Power Capsule
28 Juli 2016 - 09:49:34 WIB
Qnc Jelly Gamat
28 Juli 2016 - 14:47:10 WIB
never give up, dont lose hope http://www.vig-power.org/ | http://ow.ly/XjKm302Gop6
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)