Teknologi

Wiranto: Liga Desa Indonesia, Momentum Jaring Atlet Nasional

Pemuda Hanura | Senin, 20 Januari 2014 - 13:40:17 WIB | dibaca: 348 pembaca

Majalengka - Putaran final Piala Dunia 2014 sudah di depan mata. Namun sangat disayangkan, selama ini rakyat Indonesia hanya menjadi penonton setia dari kepiawaian pemain asing.

Menurut Ketua Dewan Pembina Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri) Wiranto, hal itu sangat dilematis ditengah ledakan penduduk Indonesia yang terus terjadi  tiap tahunnya. Untuk itu perlu dilakukan format ulang pencarian bibit hingga ke tingkat kampung atau desa.

“Sepakbola Indonesia dulu bibitnya dari perserikatan, waktu PSSI didirikan oleh Pak Suratin dkk. Dan kini hal itu harus kembali dilakukan dengan melirik potensi atlet desa untuk memperkuat Indonesia dalam menyusun kesebalasan berlaga di tingkat internasional,” kata Wiranto dalam membuka Kick Off Liga Desa Indonesia (LIDI) di Desa Wiragati, Majalengka, Jawa Barat, kemarin (18/1).

Sehingga, PSSI dituntut untuk jeli dalam mencari bibit. “Masa dari 240 juta penduduk Indonesia, mencari sebelas orang aja sulit,” cetusnya.

Mantan Panglima ABRI ini pun berharap dengan Liga Desa itu bisa bermunculan talenta-talenta handal sekelas Messi ataupun Ronaldo yang saat ini menjadi salah satu pemain termahal dunia.

Selain berbicara pencarian bibit, pria yang digadang-gadang menjadi capres di 2014 ini menerangkan bahwa selain menciptakan prestasi, dengan olahraga sepakbola dapat tercipta sportifitas dan kebersamaan di masyarakat terutama disaat negeri ini sedang dihadapi berbagai musibah alam, dan pesta politik nasional 2014.

“Dengan liga ini, antardesa diharapkan bisa rukun dan saling membantu.  Paling tidak dapat mensikapi  perbedaan dikala semua rakyat diangkat dalam berpolitik praktis dengan intrik-intrik tertentu,” terangnya.

Wiranto pun mengaku bangga,  ditengah curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Barat, namun antusiasme ribuan warga dan suporter sangat tinggi  untuk melihat secara langsung jalannya pertandingan.

Bahkan,  Wiranto yang membuka liga tersebut dengan ditandai pelepasan balon dan menendang bola ditengah lapangan hijau harus ikut berbasah-basahan.

“Di desa Wiragati ini kita mulai kick off Liga Desa Indonesia. Dengan alasan tempat ini masuk dalam desa tauladan dan fasilitas olahraga yang baik serta reputasi yang membanggakan di tingkat propinsi dan nasional. Nanti di setiap propinsi juga akan dipilih. Hingga akhirnya laga final akan kami upayakan bertanding di Gelora Senayan Jakarta,” demikian Wiranto menuturkan sambil menyaksikan laga pembuka antara klub Desa Kamarung, kec Pagaden Subang  versus klub Desa Wiragati, Majalengka.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Basri Edi Sofyan menerangkan bahwa LIDI ini diikuti oleh 40 ribu klub yang ada di seloroh pelosok negeri.

“Ini LIDI yang pertama di gelar Basri. Dan terbesar di Indonesia. Dari 40 ribu klub sedikitnya sudah siap berlaga dari 110 ribu desa yang ada di negeri ini,” kata Edi.

Edi pun menjelaskan bahwa Basri berupaya untuk ikut andil dalam mengisi kekosongan pemain nasional. “Saya harapkan dengan liga desa  ini dapat muncul bibit-bibit berkualitas. Lalu, nantinya, pemain terbaik yang ada di liga ini akan masuk dalam pembinaan Basri untuk kemudian masuk dalam diklat. Setelah itu, kami akan sumbangkan para pemain terbaik dari desa ke PSSI. Setelah itu, terserah dari mereka (PSSI) apakah pemain dari liga ini nantinya ikut atau tidaknya di dalam tim nasional,” demikian Edi Basri menerangkan. [hanura.com]










Komentar Via Website : 6
obat gonore di apotik
26 September 2016 - 16:02:00 WIB
obat asam lambung
08 Oktober 2016 - 15:20:53 WIB
Ariel
15 Desember 2016 - 11:14:53 WIB
Bisa jadi kebangkitan sepak bola indonesia itu ada di liga kampung ini.. tugas para pelatih atau pihak terkait untuk menelusuri pelosok indonesia dalam mencari bakat-bakat pesepak bola.

Regards,
https://goo.gl/Gjm2UL - Jasa Kontraktor bangunan Jakarta
Obat Luka Lecet Bernanah
22 Februari 2017 - 09:12:02 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)